CONGRATULATIONS….

kl1Kepada Bunda Sofi Opi Noryati Bunda Uwie Arma dan Bunda Wiwi yang memenangkan kompetisi “Seandainya Aku Menjadi Manajemen Bintang Waktu” Sabtu, 21 Januari 2017, dengan topik pilihan “Menjadikan tempat kerja yang nyaman, sehingga membuat enjoy siapa saja yang bekerja di dalamnya”

Kompetisi ini merupakan kompetisi problem solving sederhana, yang berupaya menyelesaikan masalah-masalah dan menumbuhkan ide-ide yang sesuai dengan visi dan misi Bintang Waktu. Proses kompetisi berlangsung selama 2 bulan dibawah bimbingan Bunda Tety Ismiriyani, Bunda Lina Susilowati dan Bunda Realita Muslimah. Terima kasih untuk juri tamu Rani Nurwita, our Travel Planner, yang hadir dalam presentasi penjurian ini

Atas kerja keras dan semangatnya, tim ini berhak untuk mendapat hadiah wisata 4 hari 3 malam ke Kuala Lumpur dan Melaka

kl2Juara kedua diraih oleh tim yang terdiri dari Bunda Desi, Bunda Yuni, Bunda Santi dan Pak Anto yang mengambil topik “Jalan-jalan 1 bulan 1 kali walaupun ke Ragunan”… Sebenarnya awalnya tidak ada hadiah untuk pemenang kedua, tetapi kegigihan, turunan ide2 krearif dari topik ini, kelengkapan proposal, dan kesesuaian topik yang diusung yang sesuai dengan visi dan misi Bintang Waktu, ” memaksa” juri untuk memberikan tambahan bonus Voucher Belanja di Tip Top Pasar Swalayan masing-masing senilai @Rp. 200rb

Dan tentunya pemenang kedua tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi Bintang Besar selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

kl3.jpgJuara 3 ditempati oleh tim Bunda Zahra, Bunda Syelvi, Bunda Metta, Bunda Yani dan Bunda Wati. Mereka mengambil topik “Menjaga Lingkungan Kerja yang Positif dan Kekeluargaan”. Merupakan tema yang paling menarik bagi para juri, hanya masih memerlukan perjalanan panjang untuk mencapai solusi yang aplikatif. Insya Allah dari ide-ide yang muncul, dapat dielaborasi lebih jauh agar dapat diterapkan dalam keseharian di lingkungan kerja di Bintang Waktu

Selain mendapat hadiah hiburan jilbab, tentunya pemenang kedua tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi Bintang Besar selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

kl4

Posisi terakhir ditempati oleh tim Bunda Nita, Bunda Iis, Bunda Dedeh dan Bunda Okta. Tim ini mengambil tema “Perpustakaan Mini Untuk Semua Golongan” merupakan tim yang cukup mampu mengembangkan konsep yang mulia menjadi sebuah kegiatan yang aplikatif, hanya masih perlu mengembangkan ide lebih jauh mengenai dampaknya terhadap visi dan misi Bintang Waktu

Selain mendapat hadiah hiburan jilbab, tentunya pemenang keempat tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi belakang selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

Insya Allah 80% dari ide2 yang muncul dari topik ini beserta turunannya, akan dibahas lebih lanjut dalam raker tahunan dan bisa diaplikasikan di tahun ajaran mendatang…

Advertisements
Categories: Berita | Tags: , , , , , , , , | Leave a comment

“Bagaimana memahami Anak Dengan Pendekatan Montessori”

Oleh : Kaukabus Syarqiyah

13 November 2016

kikauHaiii ini sharing gw sebelum tidur yaaah..resume acara wajib di sekul natsa. Basis skul nya pake montessori islami.

“Bagaimana memahami anak dengan pendekatan Montessori” (ada soal picky eater juga, tapi realnya ditulisa bukan hanya soal montessori yaa. Bahkan ada anatomi tubuh sedikit)
Silakann di share klo mau, jangan ubah sumber dan tulisan. Capek bok ngetiknya. Okeh!

Oleh Ratna Saputra
Pakar Montessori, Pengajar di McGillvray Kanada dan Pengelola Popay Montessori Kelapa Gading
(Sekarang beliau ada klinik konsultasi di daerah Gunawarman Blok M)
Disarikan bebas dan ditambah komen2 oleh: Kaukabus Syarqiyah

Anak ibarat gelas yang di isi oleh orangtuanga. Anak mendengarkan, anak menuruti orang tuanya akan tergantung pada gelas tsb.

Apakah gelas itu bocor bawahnya atau tidak. Jika kita sebagai orang tua, tidak menerapkan kasih sayang dan pondasi yang kuat pada anak, maka sebanyak apapun kita memberi limpahan materi dan pengajaran, maka anak akan ibarat gelas yang bocor bawahnya.

Dan seiring waktu, gelas yang tidak ditangani akan bocor juga kanan kiri nya dikarenakan lingkungan.

Dan bukan masalah otak anak akhirnya mereka tidak berhasil. Namun masalah kenyamanan. Apakah anak selama ini mendengar hal yang baik? Apakah anak slama ini melihat hal yang baik?

Mata dan Telinga di masa tumbuh anak memiliki peranan sangat penting. Suatu pondasi dasar. (Klo dalam Islam, artinya anak dibiasakan mendengar ucapan yg baik, seperti alquran, murottal dll. Mata pun mrlihat akhlaq kita yang baik atau tontonan yang baik. Klo TV dan gadget bagi bu ratna juga ga sama sekali perlu sih hihi. Dan kata bu Ratna, keluhan mata, bisa menjalar efeknya sampai ke Tumor Batang otak )

Panca indra itu berpengaruh dalam kehidupan pembelajaran dan harus dilatih. Semua syaraf harus diaktivasi oleh anak dengan full komitmen dari orang tua. Misal: Jangan biasakan anak yang sudah bisa jalan untuk selalu di gendong. Karena efeknya, ada syaraf yang nantinya tidak berkembang dgn optimal.

Kasih sayang adalah obat bagi anak.
Ibu itu pada dasarnya tidak berkorban bagi anak-anak, adalah hak anak untuk mendapatkan kasih sayang.

Anak special needs terkadang bukan benar-benar special needs. Tapi karena salah pola asuh. Jika ada gerakan2 anak yang belum sampai pada seusianya, dan kita sebagai ortu kesal dan mengeluhkan anak maka kesalahan tersebut pada dasarnya ada di orang tua.

Semua gerakan2 anak pada dasarnya adalah karena kita, orang tuanya. Karena dari janin pun, janin sudah bergerak 360 derajat dan mengelilingi smua spot dalam kandungan ibunya. Dengan mercusuarnya adalah jantung sang ibu. Jantung ibu di dalam janin adalah hal yang membuat si anak terus berjuang, hal yang membuat si anak merasa dikasihi.

Jadi dalam hal apapun, apalagi jika anak msh balita dan berbuat kesalahan, jangan langsung salahkan anaknya. Lihat ayah ibunya. Selalu orang dewasa yang memiliki peran.

Yang akan gw tulis ini agak sedikit menyentil (ojo baper yo), dan buat gw sndr pun, jadi reframing. Dan gw sndrpun ngalamin ini meski alasannya medis hihi

Jika kita melahirkan caesar, minta maaflah dengan anak anak kita. apalagi yang caesar bukan karena indikasi gawat darurat medis. Karena ketika caesar, ada proses alamiah yang tidak dialami anak. Proses ketika anak menyuruh ibunda mules mencari jalan keluar. Proses kerjasama anak dan bunda ketika anak melewati tulang rawan ibu, proses banyaknya gerakan anak yang terjadi dll.

Lanjuut..dalam otak ada bagian yang sangat penting. Yaitu Primary Motor Cortey (M1). Dan semua yang penting ada disini. Yaitu : gerakan.

Klo anak tidak banyak bermain. Tidak banyak bergerak. Tidak banyak aktivitas kreatif maka akan meningkatkan hormon stress (btw, ini di org dewasa juga berasaa yess). Dan hormon stress (kortisol) yang naikkk akan mengakibatkan banyak hal pada anak.

Bagaimana memaksimalkan potensi yang ada:

1) waktu
2) kasih sayang
3) kesempatan
4) fasilitas sbg wadah anak untuk mengeaktifkan sluruh panca indranya. Dan ini akan sangat mempengaruhi keberhasilannya kedepan.

Ajak anak bermain keluar. Biarkan ia kena sinar matahari scara cukup. Jangan habiskan waktu di Mall. Karena Mall di Indonesia, segala rupa penyakit anak ada. Sistem sirkulasi udaranya masih buruk.
Meski anak hanya ke taman yang sama tiap pekan, anak pasti akan belajar. Belajar soal suara, belajar soal sebab akibat, belajar soal sudut penglihatan dll.

Hal yang perlu diperhatikan orang tua pada indra anak:
1. Penglihatan
2. Pendengaran
3. Perasa
4. Penciuman
5. Penyentuhan
6. Reflex bayi. Manfaatkan momen momen tertentu bayi.

Contoh: sedari kecil biarkan anak untuk memakai sepatu sendiri. Kita arahkan tapi biarkan mereka sndiri (dan makanya, klo di montes, anak 1.5 tahun udah makan sndr, ga pakai disuap2in. Abis main, mainan dirapiin sndr, sepatu di taruh sndr sesuai nama. Sedari kecil banget. Karena panca indra harus di aktifkan)

Sistem pembelajaran kita pada anak kerap kali hanya MEMBERI TAHU. Tidak menyontohkan, tidak melihat sendiri. Kerap kali kita ingin anak kita spt anak-anak kebanyakan. Padahal setiap anak memiliki potensinya sendirisendiri.

Pada dasarnya, kita seperti pemanah, yang fungsinya melesatkan sang anak sesuai dengan misi dari Allah. Kita beri anak kita segala kekuatan untuk menghantarkannya ke masa depan. Namun bagaimanapun, anak adalah milik jamannya. Kita tidak bisa melesatkan anak panah tsb dgn mengikutinya slalu.

Memiliki anak dengan usia 0-7 tahun memang setengah mati susahnya. Namun akan worth it jika kita telaten. Anak umur 0-7 tahun pada dasarnya butuh KETERATURAN dalam hidup. Ibu dan ayah tidak boleh males (ini gw capslock sbg reminder buat gw yang kerap kali mengabaikan hal ini).

Anak jaman sekarang yang kerap kurang dimiliki adalah: Komunikasi dan unconditional love dari org tua. Sebagai ortu, jangan hargai anak sbagai objek. Anak adalah psikolog no.1 dan aktor no.1. Bisa berbuat menyebalkan bagi mama namun sangat menyenangkan di depan papa. Belajarlah dari dia. Dari anak-anak. Agar kita mengerti bagaimana menghadapi dia.

Bagaimana dengan menerapkan peraturan? Maka sbg ortu:

1. Harus konsisten
2. Jangan memperlihatkan panik

Contoh: anak sudah dilarang main dan jatuh. Maka kepanikan ortu ttp jangan diperlihatkan. Atau misal, sehari anak melanggar kesepakatan 50x, jangan hanya karena anak berbuat baik 2x kita jadi melunak dan tidak mengingatkannya.

Kurangi kata-kata berikut:
1. Pokoknya
2. Nah
3. Makanya
4. Tuh kan

Soal masalah sex diremaja saat saat ini:
1. Keluarkan energi anak dengan hal hal yg berbau olahraga.
2. Narkoba, sex, suka bantal dr bayi dll jika kecanduan sama titik bahanya. Dan ini menandakan kurangnya unconditional love. Anak umur 9-15 tahun adalah anak dengan masa paling labil
(Jadi deg2an anak menuju abg hehhe. Dan ntw, pantessssss rasulullah sayang bangettttt ama anak yatim yah atau yang kehilangan ortu. MasyaAllah..)
Samakan juga persepsi anak dengan persepsi orang tua.

Anak PickyEater:
Okee..yang akan gw tulis ini mungkin capek yaa dikerjain klo pas anak lg pilih2 makan..cuma..ternyata efek baiknya panjang.
Klo anak picky eater, cari kenapanya. Coba deh bayangin..klo kita lagi stress, sedih, mau makan ga? Males kan. Biasanya anak bgitu juga. Jadiii buat rilex anak. Buat permainan dulu soal makanan. Main tebak2an misalnya. Yang jelas jangan diomelin dulu hehe.

Ada beberapa materi lagi, soal pijit yang bikin ga stress ke anak..tp susah diketik, jadi pass aja dulu yah. Klo ketemu aku praktekin hihi.

Dan terakhir..anak itu dah rela berkorban loh buat kita. Saat anak capek seharian main, tp ketemu kita masih rela relain ketawa. Jangan jadikan anak sbg pelengkap penderita. Pelampiasan di saat hati marah atau gelisah. Bukan dia yang milih punya orang tua seperti kita. Sudah ketentuan Allah. Pun boleh milih, mungkin ia pun ga mau milih kita.

Buat list kesalahan kita sbg ortu. Dan minta maaflah sama anak kita. Hiks.
Akhirul kalam, semoga bermanfaat yes ketikan sayah

Categories: Berita | Leave a comment

Jasa Penitipan Anak, Jadi Solusi Saat Pengasuh Anak Mudik

Categories: Liputan | Tags: , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sehari Kembali Jadi Anak Preschool di Bintang Waktu

Naya

Kegiatan Kelas Bintang Besar

Oleh: Suciana Widi Anggraeni

Jadi ceritanya kemarin, Sabtu (30/7) ada acara simulasi kegiatan kelas yang sebenernya sangat sangat dianjurkan diikuti oleh salah 1 wali murid (either ayah atau ibu lahh). Nah, saya ikutan tuh, kebetulan ayah Naya gak bisa kalau  hari sabtu. Kegiatan dimulai pk 08.30 -saya telat dikit karena masi nego Naya supaya gak ikut, emang anak gak boleh ikut supaya ortu fokus sama kegiatan ini, gak ada Kids Corner karena semua kelas dipake-

Pas sampe sekolah, saya buka pagar disapa hangat oleh bunda-bunda  seperti biasanya, tapi saya dipanggil : “Assalamualaykum Naya,  selamat pagi… Wah Naya udah berani yaa berangkat sekolah sendiri?” -ya kalee 😅😅 -…… Acara selanjutnya senam pagi, iyaaak senam beneran. Dan baris untuk antri masuk kelas, sambil dibacakan peraturan di dalam kelas oleh bunda guru. Dan para ortu pun ngikutin. Sedikit banyak tau lah karena Naya suka menyebutkan peraturan ini kalau  di rumah. Kemudian, berdoa sebelum belajar. Daaaannn yang paling asyik adalah Montessori Time!!! Semua ortu excited memgambil alat Montessori sampe ada yang lupa pasang alasnya hihiii…

Pantesan ya anak-anak betah banget di sekolah, karena kegiatannya sooooooo much fun. Kegiatan simulasi ini persis dilakukan sama anak-anak ketika sekolah. Yaa, kecuali yang daycare yaa, gak ada acara tidur siang -ya kaleee 😅😅 – ada snack time juga.

Sesi terakhir adalah sesi sharing ortu dan bunda guru. Dimana di sini diharapkan pengasuhan yang seiring sejalan kalau di rumah dan di sekolah. Di sekolah, anak terbiasa sangat mandiri. Main ambil alas, bisa melipat sendiri, waktunya makan bisa siap2 ambil semuanya sendiri, sampe selesai mereka yang inisiatif menaruh dan cuci tangan di tempatnya. Dan di rumah diharapkan pun begituu.

Indahnya…..

Dan di sekolah ini, bukan calistung prioritas utamanya. Karena sesuai fitrah anak yang sedang berkembang bagian-bagian penting dari semua organnya, semuanya pun dirangsang… Makanya sebenernya Montessori cocok bgt untuk anak usia dini. Karena “belajarnya” bener-benar sesuai dengan tahapan perkembangan anak..

Mba @kikau, kau rugiii tak datang kmrn hehe.. Masih belajar sih yaaak. Tp bunda nya kmrn kasih tau skrg anakmu lg main melulu sm naya. Krna mungkin sama2 “senior” bintang besar hihi..

Categories: Event | Tags: , , | Leave a comment

Wanita Wirausaha Femina

Walaupun terhenti di Tahap 30 Semi Finalis, bagi kami ini sudah merupakan pencapaian yang luar biasa.

Alhamdulillah, semoga memicu kami untuk melayani dengan lebih baik lagi

 

12196303_1073442666033386_4245745128786225407_n.jpg

Categories: Prestasi

Bunda Lily On MNC Business (Indovision)

_20151106_180956

Categories: Liputan

Kisah Kasih di Sekolah

Nabil : Temen-temen, Nabil mau pindah rumah dan sekolah, udah bosen
Akira : Akiya sedihhhh Nabil pindah sekolah nanti Kiya kangen
Nabil : *stay cool* dengan muka murung

Beberapa saat kemudian….menjelang sholat Dzuhur dan makan siang

Nabil : Aaaaaah Nabil mau pindah sekolah, Nabil sedih nanti ga ketemu Akira lagiii nanti Nabil kangen Akiraa

(Bunda-bunda pun bingung)

 

PhotoGrid_1428590973603

Categories: Berita

CCTV : Fasilitas Baru di Bintang Waktu

indexUntuk memberikan kenyamanan bagi para orang tua dalam mengawasi anaknya, juga sebaga upaya peningkatan kualitas keamanan, di tahun 2015 ini Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare melengkapi fasilitas CCTV di bebeirapa titik ruangan. Orang tua dapat mengakses CCTV ini melalui tempat mereka bekerja. Diharapkan dengan adanya fasilitas CCTV ini, orang tua akan merasa semakin tenang menitipkan anaknya di Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare

Categories: Berita

Seputar Indonesia RCTI: “Jeli Memilih Penitipan Anak”

Terungkapnya peristiwa kekerasan di salah satu daycare atau tempat penitipan anak di Jakarta, membuat khawatir orang tua yang harus menggunakan jasa tempat penitipan anak selama ini. Tentunya kita sebagai orang tua harus lebih berhati-hati dalam memilih penitipan anak yang tepat bagi buah hati kita. Apa saja yang harus diperhatikan? Simak liputan Seputar Indonesia tentang “Jeli Memilih Penitipan Anak”

Lokasi: Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare

Categories: Liputan

Anak Orang Terurus, Usaha Bakal Mulus

Sumber:  http://peluangusaha.kontan.co.id/news/anak-orang-terurus-usaha-bakal-mulus

Jumat, 2 Mei 2014

IMG-20131008-02235Mencari babysitter atau pembantu di zaman sekarang lebih sulit daripada mencari manajer. Pemikiran semacam itu bisa jadi pernah menghinggapi benak Anda yang memiliki pasangan sesama pekerja dan anak berusia di bawah tiga tahun (batita).

Kesulitan muncul karena kecocokan harus dirasakan dua arah. Tentu, Anda sebagai orang tua harus punya rasa percaya terlebih dahulu terhadap si pengasuh bukan? Nah, di tengah zaman yang tak pernah sepi dari berita kriminalitas yang dilakukan oknum pengasuh, pasti Anda ekstra hati-hati di saat memilih orang yang bakal menjaga buah hati Anda.

Begitu Anda dan pasangan menemukan orang yang cocok, jangan dipikir masalah selesai. Bisa jadi, si pengasuh yang merasa tidak cocok. Bukan tak mungkin ia mengharapkan gaji yang lebih besar. Bahkan, alasan-alasan subjektif, seperti ingin dekat dengan kerabat atau pacar, bisa membuat sang pengasuh ingin hengkang dari rumah Anda. Banyak pengasuh berani mengambil keputusan semacam itu karena mereka menyadari peminat jasa mereka sangatlah banyak.

Bagi mereka yang beruntung memiliki keluarga besar, pilihan yang lain yang populer adalah menitipkan ke anggota keluarga. “Budaya di sini, memang mengandalkan orang tua atau pembantu untuk mengasuh anak,” ujar Christine Then, pemilik I Lead Daycare.

IMG-20131009-02252Di luar negeri, ada solusi lain bagi orang tua yang sama-sama bekerja, yaitu menitipkan anaknya ke daycare. Saat ini jumlah penitipan anak yang ada di Indonesia, bahkan di kota-kota besarnya, belum banyak. Tak heran, hampir semua daycare yang sudah beroperasi tak lagi memiliki kapasitas tersisa. Maklum, masih banyak pasangan yang sama-sama bekerja dan butuh pengasuh bagi anak mereka.

Simak saja pengalaman Christine; Amanda Wongso, pemilik Lovely Sunshine Daycare; serta Lily Ardas, yang membuka Bintang Waktu. Terinspirasi oleh pengalaman pribadi masing-masing, ketiga ibu itu merintis usaha penitipan anak alias daycare.

Christine mendirikan I Lead pada 4 November 2010 dengan modal sekitar Rp 1 miliar. Separuh dari modal awalnya ia habiskan untuk merenovasi tempat seluas 185 meter persegi di lantai mezzanine Gedung Energi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Modal yang tersisa dialokasi untuk membeli furnitur; seperti ranjang bayi, kursi dan bangku anak-anak; mainan anak; dan perlengkapan elektronik, termasuk CCTV; serta biaya melatih karyawan.

Setelah empat tahun beroperasi, I Lead mampu mengasuh hingga 30 anak batita. Kendati ongkos yang harus dibayar oleh orang tua peminat jasa I Lead tidak murah, toh, kapasitas tersebut sudah penuh.

Mereka yang berniat menitipkan anak di I Lead terkena biaya pendaftaran Rp 1,5 juta plus membayar welcome pack seharga Rp 800.000, berisi matras, bantal, dan dua pasang seragam. Untuk penitipan, I Lead mengenakan dua jenis tarif. Kelompok pertama; bayi berusia 2 bulan-18 bulan tarifnya Rp 3,34 juta per bulan. Adapun tarif penitipan untuk anak berusia 18 bulan ke atas hingga tiga tahun adalah Rp 3,56 juta per bulan. Waktu penitipan mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore.

Jika kapasitasnya sedang tidak penuh, I Lead juga bersedia menerima batita yang dititipkan dalam hitungan hari. Untuk kelompok ini, biaya pendaftarannya adalah Rp 500.000 plus welcome pack Rp 800.000. Biaya penitipan untuk bayi berumur kurang dari 18 bulan Rp 250.000 per hari, dan biaya merawat anak berumur 18 bulan Rp 300.000 per hari. Dengan tarif sebesar itu, omzet I Lead berkisar Rp 90 juta sampai Rp 105 juta per bulan.

10547632_10204215987952480_7308012078977135344_nSituasi fully occupied juga dialami Lovely Sunshine Daycare. Tempat itu mampu mengasuh hingga 40 batita. Amanda, sang pemilik, mengenakan biaya pendaftaran Rp 2 juta.

Biaya penitipan anak bulanan antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta, tergantung kategori usia anak. Sedang tarif penitipan per minggu Rp 1 juta, sedang tarif penitipan per hari Rp 250.000 per hari. Kini omzet Lovely Sunshine Daycare berkisar Rp 75 juta-Rp 80 juta per bulan.

Lily mengincar segmen yang lebih spesifik saat mendirikan Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare. Sesuai namanya, tempat Lily itu mengarah masyarakat kelas menengah yang beragama Islam di kawasan Jakarta Timur.

Lily mendirikan Bintang Waktu pada 5 September 2011 dengan modal Rp 300 juta. Dana itu terpakai untuk menyewa rumah selama setahun, merenovasi, menyusun materi pembelajaran, serta biaya perekrutan dan pendidikan karyawan.

Ketika membuka Bintang Waktu, Lily sudah hampir 5 tahun berhenti bekerja. Ia yang semula berstatus karyawan swasta, berhenti sejak memiliki anak. “Sedang suami saya waktu itu sekolah ke luar negeri, di luar tanggungan kantornya,” tutur Lily. Setelah empat tahun bergulir, Bintang Waktu saat ini mengasuh hingga 60 orang anak batita. Nilai omzetnya sekitar Rp 70 juta per bulan.

Harus sayang anak

Menyimak ketiga pengalaman ibu tersebut, modal yang harus disiapkan untuk memulai usaha penitipan anak memang tidak kecil. Nilainya berkisar ratusan juta. Itu sebabnya, usaha ini butuh waktu di atas satu tahun untuk impas modal. I Lead mengalami titik impas setelah tiga tahun. Sedang Bintang Waktu malah empat tahun baru pulang modal.

Itu berarti, jika Anda tertarik dengan usaha ini, siapkan napas yang panjang saat memutar modal. Prasyarat lain untuk menerjuni usaha ini adalah mencintai dan mau repot mengurus anak-anak batita. Jika dua syarat itu sudah Anda penuhi, usaha ini sangatlah menarik. Selain potensi pasarnya yang terus tumbuh, margin usahanya pun lumayan, bisa 20%.

imagesTentu, untuk menjalankan usaha daycare tak cukup hanya sang pemilik yang punya bakat merawat dan menyayangi batita. “Anda juga harus bisa merekrut karyawan yang juga sayang terhadap anak-anak,” ujar Christine. Caregiver alias pengasuh merupakan tulang punggung sebuah daycare. Bahkan, tak berlebihan apabila dikatakan bahwa nasib sebuah daycare akan ditentukan oleh pelayanan caregiver.

Mengingat peran caregiver yang demikian penting, ketiga pemilik daycare yang menjadi nara sumber KONTAN turun langsung saat mewawancara orang yang akan mereka pekerjakan sebagai pengasuh.

Tak ada salahnya, Anda juga menyusun kriteria, baik objektif maupun subjektif, saat menyeleksi calon caregiver, demi memastikan ia mampu memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang Anda inginkan. Kriteria yang objektif itu antara lain pendidikan. Mayoritas daycare mengharuskan caregiver-nya memiliki ijazah SMA.

Adapun kriteria subjektif yang bisa Anda terapkan antara lain kemampuan berkomunikasi. Selain harus mampu meladeni komunikasi gaya batita, caregiver seharusnya juga bisa nyambung dengan orang tua. “Bisa saja, orangtua si anak sedang stres, sehingga marah-marah. Jadi kita harus sabar menghadapinya,” tutur Christine.

Mereka yang lolos seleksi, seharusnya Anda latih terlebih dahulu untuk memberikan pelayanan sesuai standar yang Anda inginkan. Ambil contoh I Lead yang menetapkan standar ke tiap caregiver-nya saat berbicara atau menyuapi anak. “Mereka harus kerja dengan hati,” ujar Christine.

Standar yang diterapkan daycare di sini bisa jadi bervariasi. Maklumlah, belum ada aturan yang baku dari pemerintah tentang usaha ini. Karena itu, pemilik usaha daycare harus pintar-pintar menyusun standar layanan. Orang tua, tentunya, baru mau merogoh koceknya dalam-dalam untuk daycare yang memberlakukan standar oke.

Dalam penyusunan standar ini, naluri keibuan Anda akan sangat membantu. Simak saja pengalaman Christine yang menggunakan “selera”€ pribadinya mengasuh anak, saat menyusun standar pelayanan I Lead. Calon pelanggan I Lead, yang waktu itu baru saja beroperasi, bisa jadi tambah yakin karena Christine juga menitipkan anak pertamanya di situ.

983613_10152268621347365_48556295_nNah, mengelola pengasuh memang bukan urusan sederhana. Para pemilik daycare mengakui, tingkat pindah kerja pengasuh lumayan tinggi. Bagi Anda yang berminat membuka daycare, sumber daya manusia jelas patut dicermati.

Untuk langkah pertama, tidak ada salahnya Anda melakukan survei gaji yang berlaku di antara para pengasuh. Insentif atau bonus bisa Anda rancang sebagai iming-iming bagi caregiver yang loyal bekerja. Supaya daycare Anda tidak mengalami krisis tenaga pengasuh, ada baiknya Anda menyiapkan satu-dua orang caregiver lebih banyak dari kebutuhan.

Rasio ideal jumlah pengasuh dan anak tentu berbeda-beda, sesuai dengan standar yang Anda inginkan. Jika masih belum yakin, Anda bisa meniru rule of thumb yang dipegang Amanda. “Setiap dua bayi mendapat satu caregiver, dan setiap tiga anak mendapat satu caregiver,” tutur dia.

Yang patut diingat, jangan pernah terpikir untuk mempercepat balik modal dengan memperbanyak jumlah batita yang dipegang oleh satu caregiver. Jika itu Anda lakukan, bisa dipastikan standar layanan caregiver akan turun.

Begitu urusan tenaga kerja kelar, maka lokasi usaha adalah faktor berikut yang perlu dipertimbangkan masak-masak oleh mereka yang berniat membuka daycare. Kawasan di seputar kantor bernilai strategis karena dekat dengan tempat beraktivitas orangtua batita. Namun jika Anda sudah punya segmen khusus, seperti Lily, lokasi tak perlu di kawasan perkantoran.

Siap-siap keluar duit jutaan

61411_4025991561171_1618874887_n

Mengelola sumber daya manusia merupakan kunci bisnis tempat penitipan anak. Selain harus punya karyawan yang sayang dan telaten mengurus anak, daycare haruslah mempekerjakan mereka yang ahli memasak. Bayi yang berusia di atas 6 bulan sudah membutuhkan makanan pendamping air susu ibu (ASI). Apalagi, anak-anak di bawah tiga tahun (batita). Seperti orang dewasa, mereka harus makan sehari 3 kali ditambah dengan 2 kali makanan kecil.

Keahlian memasak dan menyusun menu itu perlu karena para batita dititipkan selama Senin hingga Jumat. Jika tidak pandai meracik menu, bisa-bisa anak-anak bosan.

Amanda Wongso, pemilik Lovely Sunshine Daycare, menyediakan menu sendiri. “Karena menu makanan kami tanpa MSG (Mono Sodium Glutamat), kandungan gizi tercukupi dan sangat sediikit konsumsi garam dan gula,” tutur Amanda. Semua menu yang disajikan Lovely, disebut Amanda, adalah bahan alami, sayur, daging, ikan dipilih yang benar-benar segar.

Berlokasi di gedung bertingkat menjadi alasan Christine Then, pemilik I Lead Daycare, menggunakan kompor listrik untuk menyiapkan makanan. “Meski biaya listrik jadi tinggi. Tetapi demi keamanan daripada memakai kompor gas, ada risiko tabung gas meledak, sedangkan kami dititipi 30 anak, saya pilih menghindari resiko itu,”€tutur Christine.

Selain menyediakan menu bagi anak-anak yang dititipkan, juru masak daycare juga menyediakan menu bagi para karyawan yang lain. Jangan lupa, mayoritas karyawan daycare, yang berstatus caregiver, harus selalu berada di sisi anak-anak yang didampinginya. Artinya, mereka tidak bisa meninggalkan lokasi daycare hanya untuk makan siang.

Karena itu, biaya konsumsi ini termasuk pengeluaran yang cukup besar dalam operasional usaha daycare. Menurut Lily Ardas, pemilik Bintang Waktu, setiap bulan ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 13 juta untuk keperluan konsumsi anak-anak dan karyawannya.

Para orang tua yang menitipkan anaknya di daycare ini mendapat layanan lengkap. Anak yang dititipkan dari pagi akan mandi pagi di tempat penitipan dan saat dijemput sudah mandi sore. Jadi, anak datang setelah bangun tidur, dan ketika dijemput sang orang tua sudah rapi kembali.

Categories: Liputan | Leave a comment

Create a website or blog at WordPress.com