Event

Workshop & Seminar Montessori di Bandung

Bintang Waktu Montessori mempersembahkan…
πŸ’—πŸ’“πŸ’ž
.
WORKSHOP MONTESSORI: KONSEP MATEMATIKA DAN PENERAPANNYA
.
πŸ“πŸ“πŸ“ŠπŸ“‰πŸ“
.
Workshop ini akan membahas bagaimana Matematika sebagai perjalanan spiritual, sosial, emosional anak dalam pembentukan karakternya, bukan hanya sekedar tambah, kali, bagi, kurang
.
πŸ—’ Jumat, 4 Oktober 2019
⏰ Jam 15.00 – 17.00
🏑 Bintang Waktu Montessori
Jalan Tengku Angkasa 26 Bandung
.
Dapatkan tiketnya, kapasitas terbatas untuk 20 seat saja
πŸ”– Harga Early bird (sebelum 25 Sep): Rp. 350.000/org
πŸ”– Harga Normal : Rp. 450.0000/org
πŸ”– Kids Corner (2-8 tahun, termasuk kegiatan): Rp. 30.000/anak
.
🏡🏡🏡🏡🏡
.
Jangan lewatkan juga …..
.
SEMINAR PARENTING :
ORANG TUA HEBAT, ANAK YANG HEBAT

.
Penerapan Metode Montessori dalam Pola Pengasuhan
.
πŸ‘¦πŸ‘§πŸ‘¨πŸ‘©πŸ‘΄πŸ‘΅
.
Pada sesi ini kita akan membahas metode Montessori, pola asuh, penerapan disiplin, penggunaan gadget serta mengembangkan bakat dan minat anak
.
πŸ—’ Sabtu, 5 Oktober 2019
⏰ Jam 8.30 – 12.00
Hotel Grand Tjokro
Cihampelas, Bandung
.
Dapatkan penawaran terbaiknya 😍
πŸ”– Harga Early bird (sebelum 25 Sep) : Rp. 125.000/org
πŸ”– Harga Normal : Rp. 150.000/org
πŸ”– Harga grup 3 orang : Rp. 420.000/grup
πŸ”– Kids Corner (2-8 tahun, termasuk kegiatan dan paket Kids Meal): Rp. 60.000/anak
.
🏡🏡🏡🏡🏡
.
Pemateri workshop dan seminar
.
Ibu Ratna Saputra
Adalah seorang Montessori Trainer yang telah berpengalaman hampir 30 tahun di dunia pendidikan berbasis Montessori. Ibu Ratna merupakan konsultan beberapa sekolah Montessori di Indonesia, dan sempat menjadi guru TK dan SD Montessori di Kanada.

Untuk menunjang pengembangan Montessori, beliau juga mendalami Kinesiology yaitu ilmu yang mempelajari gerak yang efesien aman berdasarkan analisis rangka, otot dan hukum mekanika. Beliau juga merupakan praktisi Hipnoterapi dan Traditional Chinese Medicine

🏡🏡🏡🏡
.
Daftarkan diri Anda, dan rekan2 lainnya yang ingin bergabung dengan acara ini, di http://bit.ly/WorkshopSeminarMontessori
.
Seluruh keuntungan dan honor pembicara dalam kegiatan ini, akan disumbangkan untuk mendukung program beasiswa anak asuh di kota Pati, melalui YAYASAN INDONESIA BRIGHT
.
Terima kasih, dan sampai jumpa di workshop dan seminar Montessori 😊

Event

Let’s Go Bandung

Apa itu Montessori?
Bagaimana metode Montessori bekerja?
Apa yang membuat metode ini berbeda, dan bertahan ratusan tahun?

Ada banyak pertanyaan yang muncul terkait dengan pendidikan berbasis metode Montessori.

Temukan jawabannya di sesi Bincang Pendidikan : “Membangun Karakter dan Kecerdasan Anak Usia Dini Melalui Metode Montessori”.

Sesi ini akan dipandu oleh Farah Muthia, Montessori Trainer dari Bintang Waktu Teachers Training Center Jakarta

Daftarkan diri Anda di bit.ly/BincangPendidikan

 

69098041_696936794113440_5938255520417710080_n

Berita

CONGRATULATIONS….

kl1Kepada Bunda Sofi Opi Noryati Bunda Uwie Arma dan Bunda Wiwi yang memenangkan kompetisi “Seandainya Aku Menjadi Manajemen Bintang Waktu” Sabtu, 21 Januari 2017, dengan topik pilihan “Menjadikan tempat kerja yang nyaman, sehingga membuat enjoy siapa saja yang bekerja di dalamnya”

Kompetisi ini merupakan kompetisi problem solving sederhana, yang berupaya menyelesaikan masalah-masalah dan menumbuhkan ide-ide yang sesuai dengan visi dan misi Bintang Waktu. Proses kompetisi berlangsung selama 2 bulan dibawah bimbingan Bunda Tety Ismiriyani, Bunda Lina Susilowati dan Bunda Realita Muslimah. Terima kasih untuk juri tamu Rani Nurwita, our Travel Planner, yang hadir dalam presentasi penjurian ini

Atas kerja keras dan semangatnya, tim ini berhak untuk mendapat hadiah wisata 4 hari 3 malam ke Kuala Lumpur dan Melaka

kl2Juara kedua diraih oleh tim yang terdiri dari Bunda Desi, Bunda Yuni, Bunda Santi dan Pak Anto yang mengambil topik “Jalan-jalan 1 bulan 1 kali walaupun ke Ragunan”… Sebenarnya awalnya tidak ada hadiah untuk pemenang kedua, tetapi kegigihan, turunan ide2 krearif dari topik ini, kelengkapan proposal, dan kesesuaian topik yang diusung yang sesuai dengan visi dan misi Bintang Waktu, ” memaksa” juri untuk memberikan tambahan bonus Voucher Belanja di Tip Top Pasar Swalayan masing-masing senilai @Rp. 200rb

Dan tentunya pemenang kedua tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi Bintang Besar selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

kl3.jpgJuara 3 ditempati oleh tim Bunda Zahra, Bunda Syelvi, Bunda Metta, Bunda Yani dan Bunda Wati. Mereka mengambil topik “Menjaga Lingkungan Kerja yang Positif dan Kekeluargaan”. Merupakan tema yang paling menarik bagi para juri, hanya masih memerlukan perjalanan panjang untuk mencapai solusi yang aplikatif. Insya Allah dari ide-ide yang muncul, dapat dielaborasi lebih jauh agar dapat diterapkan dalam keseharian di lingkungan kerja di Bintang Waktu

Selain mendapat hadiah hiburan jilbab, tentunya pemenang kedua tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi Bintang Besar selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

kl4

Posisi terakhir ditempati oleh tim Bunda Nita, Bunda Iis, Bunda Dedeh dan Bunda Okta. Tim ini mengambil tema “Perpustakaan Mini Untuk Semua Golongan” merupakan tim yang cukup mampu mengembangkan konsep yang mulia menjadi sebuah kegiatan yang aplikatif, hanya masih perlu mengembangkan ide lebih jauh mengenai dampaknya terhadap visi dan misi Bintang Waktu

Selain mendapat hadiah hiburan jilbab, tentunya pemenang keempat tetap berkewajiban untuk menyikat kamar mandi belakang selama 1 bulan, sesuai aturan kompetisi

Insya Allah 80% dari ide2 yang muncul dari topik ini beserta turunannya, akan dibahas lebih lanjut dalam raker tahunan dan bisa diaplikasikan di tahun ajaran mendatang…

Berita

“Bagaimana memahami Anak Dengan Pendekatan Montessori”

Oleh : Kaukabus Syarqiyah

13 November 2016

kikauHaiii ini sharing gw sebelum tidur yaaah..resume acara wajib di sekul natsa. Basis skul nya pake montessori islami.

“Bagaimana memahami anak dengan pendekatan Montessori” (ada soal picky eater juga, tapi realnya ditulisa bukan hanya soal montessori yaa. Bahkan ada anatomi tubuh sedikit)
Silakann di share klo mau, jangan ubah sumber dan tulisan. Capek bok ngetiknya. Okeh!

Oleh Ratna Saputra
Pakar Montessori, Pengajar di McGillvray Kanada dan Pengelola Popay Montessori Kelapa Gading
(Sekarang beliau ada klinik konsultasi di daerah Gunawarman Blok M)
Disarikan bebas dan ditambah komen2 oleh: Kaukabus Syarqiyah

Anak ibarat gelas yang di isi oleh orangtuanga. Anak mendengarkan, anak menuruti orang tuanya akan tergantung pada gelas tsb.

Apakah gelas itu bocor bawahnya atau tidak. Jika kita sebagai orang tua, tidak menerapkan kasih sayang dan pondasi yang kuat pada anak, maka sebanyak apapun kita memberi limpahan materi dan pengajaran, maka anak akan ibarat gelas yang bocor bawahnya.

Dan seiring waktu, gelas yang tidak ditangani akan bocor juga kanan kiri nya dikarenakan lingkungan.

Dan bukan masalah otak anak akhirnya mereka tidak berhasil. Namun masalah kenyamanan. Apakah anak selama ini mendengar hal yang baik? Apakah anak slama ini melihat hal yang baik?

Mata dan Telinga di masa tumbuh anak memiliki peranan sangat penting. Suatu pondasi dasar. (Klo dalam Islam, artinya anak dibiasakan mendengar ucapan yg baik, seperti alquran, murottal dll. Mata pun mrlihat akhlaq kita yang baik atau tontonan yang baik. Klo TV dan gadget bagi bu ratna juga ga sama sekali perlu sih hihi. Dan kata bu Ratna, keluhan mata, bisa menjalar efeknya sampai ke Tumor Batang otak )

Panca indra itu berpengaruh dalam kehidupan pembelajaran dan harus dilatih. Semua syaraf harus diaktivasi oleh anak dengan full komitmen dari orang tua. Misal: Jangan biasakan anak yang sudah bisa jalan untuk selalu di gendong. Karena efeknya, ada syaraf yang nantinya tidak berkembang dgn optimal.

Kasih sayang adalah obat bagi anak.
Ibu itu pada dasarnya tidak berkorban bagi anak-anak, adalah hak anak untuk mendapatkan kasih sayang.

Anak special needs terkadang bukan benar-benar special needs. Tapi karena salah pola asuh. Jika ada gerakan2 anak yang belum sampai pada seusianya, dan kita sebagai ortu kesal dan mengeluhkan anak maka kesalahan tersebut pada dasarnya ada di orang tua.

Semua gerakan2 anak pada dasarnya adalah karena kita, orang tuanya. Karena dari janin pun, janin sudah bergerak 360 derajat dan mengelilingi smua spot dalam kandungan ibunya. Dengan mercusuarnya adalah jantung sang ibu. Jantung ibu di dalam janin adalah hal yang membuat si anak terus berjuang, hal yang membuat si anak merasa dikasihi.

Jadi dalam hal apapun, apalagi jika anak msh balita dan berbuat kesalahan, jangan langsung salahkan anaknya. Lihat ayah ibunya. Selalu orang dewasa yang memiliki peran.

Yang akan gw tulis ini agak sedikit menyentil (ojo baper yo), dan buat gw sndr pun, jadi reframing. Dan gw sndrpun ngalamin ini meski alasannya medis hihi

Jika kita melahirkan caesar, minta maaflah dengan anak anak kita. apalagi yang caesar bukan karena indikasi gawat darurat medis. Karena ketika caesar, ada proses alamiah yang tidak dialami anak. Proses ketika anak menyuruh ibunda mules mencari jalan keluar. Proses kerjasama anak dan bunda ketika anak melewati tulang rawan ibu, proses banyaknya gerakan anak yang terjadi dll.

Lanjuut..dalam otak ada bagian yang sangat penting. Yaitu Primary Motor Cortey (M1). Dan semua yang penting ada disini. Yaitu : gerakan.

Klo anak tidak banyak bermain. Tidak banyak bergerak. Tidak banyak aktivitas kreatif maka akan meningkatkan hormon stress (btw, ini di org dewasa juga berasaa yess). Dan hormon stress (kortisol) yang naikkk akan mengakibatkan banyak hal pada anak.

Bagaimana memaksimalkan potensi yang ada:

1) waktu
2) kasih sayang
3) kesempatan
4) fasilitas sbg wadah anak untuk mengeaktifkan sluruh panca indranya. Dan ini akan sangat mempengaruhi keberhasilannya kedepan.

Ajak anak bermain keluar. Biarkan ia kena sinar matahari scara cukup. Jangan habiskan waktu di Mall. Karena Mall di Indonesia, segala rupa penyakit anak ada. Sistem sirkulasi udaranya masih buruk.
Meski anak hanya ke taman yang sama tiap pekan, anak pasti akan belajar. Belajar soal suara, belajar soal sebab akibat, belajar soal sudut penglihatan dll.

Hal yang perlu diperhatikan orang tua pada indra anak:
1. Penglihatan
2. Pendengaran
3. Perasa
4. Penciuman
5. Penyentuhan
6. Reflex bayi. Manfaatkan momen momen tertentu bayi.

Contoh: sedari kecil biarkan anak untuk memakai sepatu sendiri. Kita arahkan tapi biarkan mereka sndiri (dan makanya, klo di montes, anak 1.5 tahun udah makan sndr, ga pakai disuap2in. Abis main, mainan dirapiin sndr, sepatu di taruh sndr sesuai nama. Sedari kecil banget. Karena panca indra harus di aktifkan)

Sistem pembelajaran kita pada anak kerap kali hanya MEMBERI TAHU. Tidak menyontohkan, tidak melihat sendiri. Kerap kali kita ingin anak kita spt anak-anak kebanyakan. Padahal setiap anak memiliki potensinya sendirisendiri.

Pada dasarnya, kita seperti pemanah, yang fungsinya melesatkan sang anak sesuai dengan misi dari Allah. Kita beri anak kita segala kekuatan untuk menghantarkannya ke masa depan. Namun bagaimanapun, anak adalah milik jamannya. Kita tidak bisa melesatkan anak panah tsb dgn mengikutinya slalu.

Memiliki anak dengan usia 0-7 tahun memang setengah mati susahnya. Namun akan worth it jika kita telaten. Anak umur 0-7 tahun pada dasarnya butuh KETERATURAN dalam hidup. Ibu dan ayah tidak boleh males (ini gw capslock sbg reminder buat gw yang kerap kali mengabaikan hal ini).

Anak jaman sekarang yang kerap kurang dimiliki adalah: Komunikasi dan unconditional love dari org tua. Sebagai ortu, jangan hargai anak sbagai objek. Anak adalah psikolog no.1 dan aktor no.1. Bisa berbuat menyebalkan bagi mama namun sangat menyenangkan di depan papa. Belajarlah dari dia. Dari anak-anak. Agar kita mengerti bagaimana menghadapi dia.

Bagaimana dengan menerapkan peraturan? Maka sbg ortu:

1. Harus konsisten
2. Jangan memperlihatkan panik

Contoh: anak sudah dilarang main dan jatuh. Maka kepanikan ortu ttp jangan diperlihatkan. Atau misal, sehari anak melanggar kesepakatan 50x, jangan hanya karena anak berbuat baik 2x kita jadi melunak dan tidak mengingatkannya.

Kurangi kata-kata berikut:
1. Pokoknya
2. Nah
3. Makanya
4. Tuh kan

Soal masalah sex diremaja saat saat ini:
1. Keluarkan energi anak dengan hal hal yg berbau olahraga.
2. Narkoba, sex, suka bantal dr bayi dll jika kecanduan sama titik bahanya. Dan ini menandakan kurangnya unconditional love. Anak umur 9-15 tahun adalah anak dengan masa paling labil
(Jadi deg2an anak menuju abg hehhe. Dan ntw, pantessssss rasulullah sayang bangettttt ama anak yatim yah atau yang kehilangan ortu. MasyaAllah..)
Samakan juga persepsi anak dengan persepsi orang tua.

Anak PickyEater:
Okee..yang akan gw tulis ini mungkin capek yaa dikerjain klo pas anak lg pilih2 makan..cuma..ternyata efek baiknya panjang.
Klo anak picky eater, cari kenapanya. Coba deh bayangin..klo kita lagi stress, sedih, mau makan ga? Males kan. Biasanya anak bgitu juga. Jadiii buat rilex anak. Buat permainan dulu soal makanan. Main tebak2an misalnya. Yang jelas jangan diomelin dulu hehe.

Ada beberapa materi lagi, soal pijit yang bikin ga stress ke anak..tp susah diketik, jadi pass aja dulu yah. Klo ketemu aku praktekin hihi.

Dan terakhir..anak itu dah rela berkorban loh buat kita. Saat anak capek seharian main, tp ketemu kita masih rela relain ketawa. Jangan jadikan anak sbg pelengkap penderita. Pelampiasan di saat hati marah atau gelisah. Bukan dia yang milih punya orang tua seperti kita. Sudah ketentuan Allah. Pun boleh milih, mungkin ia pun ga mau milih kita.

Buat list kesalahan kita sbg ortu. Dan minta maaflah sama anak kita. Hiks.
Akhirul kalam, semoga bermanfaat yes ketikan sayah

Event

Sehari Kembali Jadi Anak Preschool di Bintang Waktu

Naya
Kegiatan Kelas Bintang Besar

Oleh: Suciana Widi Anggraeni

Jadi ceritanya kemarin, Sabtu (30/7) ada acara simulasi kegiatan kelas yang sebenernya sangat sangat dianjurkan diikuti oleh salah 1 wali murid (either ayah atau ibu lahh). Nah, saya ikutan tuh, kebetulan ayah Naya gak bisa kalau Β hari sabtu. Kegiatan dimulai pk 08.30 -saya telat dikit karena masi nego Naya supaya gak ikut, emang anak gak boleh ikut supaya ortu fokus sama kegiatan ini, gak ada Kids Corner karena semua kelas dipake-

Pas sampe sekolah, saya buka pagar disapa hangat oleh bunda-bunda Β seperti biasanya, tapi saya dipanggil : β€œAssalamualaykum Naya, Β selamat pagi… Wah Naya udah berani yaa berangkat sekolah sendiri?” -ya kalee πŸ˜…πŸ˜… -…… Acara selanjutnya senam pagi, iyaaak senam beneran. Dan baris untuk antri masuk kelas, sambil dibacakan peraturan di dalam kelas oleh bunda guru. Dan para ortu pun ngikutin. Sedikit banyak tau lah karena Naya suka menyebutkan peraturan ini kalau Β di rumah. Kemudian, berdoa sebelum belajar. Daaaannn yang paling asyik adalah Montessori Time!!! Semua ortu excited memgambil alat Montessori sampe ada yang lupa pasang alasnya hihiii…

Pantesan ya anak-anak betah banget di sekolah, karena kegiatannya sooooooo much fun. Kegiatan simulasi ini persis dilakukan sama anak-anak ketika sekolah. Yaa, kecuali yang daycare yaa, gak ada acara tidur siang -ya kaleee πŸ˜…πŸ˜… – ada snack time juga.

Sesi terakhir adalah sesi sharing ortu dan bunda guru. Dimana di sini diharapkan pengasuhan yang seiring sejalan kalau di rumah dan di sekolah. Di sekolah, anak terbiasa sangat mandiri. Main ambil alas, bisa melipat sendiri, waktunya makan bisa siap2 ambil semuanya sendiri, sampe selesai mereka yang inisiatif menaruh dan cuci tangan di tempatnya. Dan di rumah diharapkan pun begituu.

Indahnya…..

Dan di sekolah ini, bukan calistung prioritas utamanya. Karena sesuai fitrah anak yang sedang berkembang bagian-bagian penting dari semua organnya, semuanya pun dirangsang… Makanya sebenernya Montessori cocok bgt untuk anak usia dini. Karena “belajarnya” bener-benar sesuai dengan tahapan perkembangan anak..

Mba @kikau, kau rugiii tak datang kmrn hehe.. Masih belajar sih yaaak. Tp bunda nya kmrn kasih tau skrg anakmu lg main melulu sm naya. Krna mungkin sama2 “senior” bintang besar hihi..