Author Archives: lilyardas

CCTV : Fasilitas Baru di Bintang Waktu

indexUntuk memberikan kenyamanan bagi para orang tua dalam mengawasi anaknya, juga sebaga upaya peningkatan kualitas keamanan, di tahun 2015 ini Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare melengkapi fasilitas CCTV di bebeirapa titik ruangan. Orang tua dapat mengakses CCTV ini melalui tempat mereka bekerja. Diharapkan dengan adanya fasilitas CCTV ini, orang tua akan merasa semakin tenang menitipkan anaknya di Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare

Advertisements
Categories: Berita

Seputar Indonesia RCTI: “Jeli Memilih Penitipan Anak”

Terungkapnya peristiwa kekerasan di salah satu daycare atau tempat penitipan anak di Jakarta, membuat khawatir orang tua yang harus menggunakan jasa tempat penitipan anak selama ini. Tentunya kita sebagai orang tua harus lebih berhati-hati dalam memilih penitipan anak yang tepat bagi buah hati kita. Apa saja yang harus diperhatikan? Simak liputan Seputar Indonesia tentang “Jeli Memilih Penitipan Anak”

Lokasi: Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare

Categories: Liputan

Anak Orang Terurus, Usaha Bakal Mulus

Sumber:  http://peluangusaha.kontan.co.id/news/anak-orang-terurus-usaha-bakal-mulus

Jumat, 2 Mei 2014

IMG-20131008-02235Mencari babysitter atau pembantu di zaman sekarang lebih sulit daripada mencari manajer. Pemikiran semacam itu bisa jadi pernah menghinggapi benak Anda yang memiliki pasangan sesama pekerja dan anak berusia di bawah tiga tahun (batita).

Kesulitan muncul karena kecocokan harus dirasakan dua arah. Tentu, Anda sebagai orang tua harus punya rasa percaya terlebih dahulu terhadap si pengasuh bukan? Nah, di tengah zaman yang tak pernah sepi dari berita kriminalitas yang dilakukan oknum pengasuh, pasti Anda ekstra hati-hati di saat memilih orang yang bakal menjaga buah hati Anda.

Begitu Anda dan pasangan menemukan orang yang cocok, jangan dipikir masalah selesai. Bisa jadi, si pengasuh yang merasa tidak cocok. Bukan tak mungkin ia mengharapkan gaji yang lebih besar. Bahkan, alasan-alasan subjektif, seperti ingin dekat dengan kerabat atau pacar, bisa membuat sang pengasuh ingin hengkang dari rumah Anda. Banyak pengasuh berani mengambil keputusan semacam itu karena mereka menyadari peminat jasa mereka sangatlah banyak.

Bagi mereka yang beruntung memiliki keluarga besar, pilihan yang lain yang populer adalah menitipkan ke anggota keluarga. “Budaya di sini, memang mengandalkan orang tua atau pembantu untuk mengasuh anak,” ujar Christine Then, pemilik I Lead Daycare.

IMG-20131009-02252Di luar negeri, ada solusi lain bagi orang tua yang sama-sama bekerja, yaitu menitipkan anaknya ke daycare. Saat ini jumlah penitipan anak yang ada di Indonesia, bahkan di kota-kota besarnya, belum banyak. Tak heran, hampir semua daycare yang sudah beroperasi tak lagi memiliki kapasitas tersisa. Maklum, masih banyak pasangan yang sama-sama bekerja dan butuh pengasuh bagi anak mereka.

Simak saja pengalaman Christine; Amanda Wongso, pemilik Lovely Sunshine Daycare; serta Lily Ardas, yang membuka Bintang Waktu. Terinspirasi oleh pengalaman pribadi masing-masing, ketiga ibu itu merintis usaha penitipan anak alias daycare.

Christine mendirikan I Lead pada 4 November 2010 dengan modal sekitar Rp 1 miliar. Separuh dari modal awalnya ia habiskan untuk merenovasi tempat seluas 185 meter persegi di lantai mezzanine Gedung Energi, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta. Modal yang tersisa dialokasi untuk membeli furnitur; seperti ranjang bayi, kursi dan bangku anak-anak; mainan anak; dan perlengkapan elektronik, termasuk CCTV; serta biaya melatih karyawan.

Setelah empat tahun beroperasi, I Lead mampu mengasuh hingga 30 anak batita. Kendati ongkos yang harus dibayar oleh orang tua peminat jasa I Lead tidak murah, toh, kapasitas tersebut sudah penuh.

Mereka yang berniat menitipkan anak di I Lead terkena biaya pendaftaran Rp 1,5 juta plus membayar welcome pack seharga Rp 800.000, berisi matras, bantal, dan dua pasang seragam. Untuk penitipan, I Lead mengenakan dua jenis tarif. Kelompok pertama; bayi berusia 2 bulan-18 bulan tarifnya Rp 3,34 juta per bulan. Adapun tarif penitipan untuk anak berusia 18 bulan ke atas hingga tiga tahun adalah Rp 3,56 juta per bulan. Waktu penitipan mulai pukul 7 pagi hingga 6 sore.

Jika kapasitasnya sedang tidak penuh, I Lead juga bersedia menerima batita yang dititipkan dalam hitungan hari. Untuk kelompok ini, biaya pendaftarannya adalah Rp 500.000 plus welcome pack Rp 800.000. Biaya penitipan untuk bayi berumur kurang dari 18 bulan Rp 250.000 per hari, dan biaya merawat anak berumur 18 bulan Rp 300.000 per hari. Dengan tarif sebesar itu, omzet I Lead berkisar Rp 90 juta sampai Rp 105 juta per bulan.

10547632_10204215987952480_7308012078977135344_nSituasi fully occupied juga dialami Lovely Sunshine Daycare. Tempat itu mampu mengasuh hingga 40 batita. Amanda, sang pemilik, mengenakan biaya pendaftaran Rp 2 juta.

Biaya penitipan anak bulanan antara Rp 2,5 juta hingga Rp 3,5 juta, tergantung kategori usia anak. Sedang tarif penitipan per minggu Rp 1 juta, sedang tarif penitipan per hari Rp 250.000 per hari. Kini omzet Lovely Sunshine Daycare berkisar Rp 75 juta-Rp 80 juta per bulan.

Lily mengincar segmen yang lebih spesifik saat mendirikan Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare. Sesuai namanya, tempat Lily itu mengarah masyarakat kelas menengah yang beragama Islam di kawasan Jakarta Timur.

Lily mendirikan Bintang Waktu pada 5 September 2011 dengan modal Rp 300 juta. Dana itu terpakai untuk menyewa rumah selama setahun, merenovasi, menyusun materi pembelajaran, serta biaya perekrutan dan pendidikan karyawan.

Ketika membuka Bintang Waktu, Lily sudah hampir 5 tahun berhenti bekerja. Ia yang semula berstatus karyawan swasta, berhenti sejak memiliki anak. “Sedang suami saya waktu itu sekolah ke luar negeri, di luar tanggungan kantornya,” tutur Lily. Setelah empat tahun bergulir, Bintang Waktu saat ini mengasuh hingga 60 orang anak batita. Nilai omzetnya sekitar Rp 70 juta per bulan.

Harus sayang anak

Menyimak ketiga pengalaman ibu tersebut, modal yang harus disiapkan untuk memulai usaha penitipan anak memang tidak kecil. Nilainya berkisar ratusan juta. Itu sebabnya, usaha ini butuh waktu di atas satu tahun untuk impas modal. I Lead mengalami titik impas setelah tiga tahun. Sedang Bintang Waktu malah empat tahun baru pulang modal.

Itu berarti, jika Anda tertarik dengan usaha ini, siapkan napas yang panjang saat memutar modal. Prasyarat lain untuk menerjuni usaha ini adalah mencintai dan mau repot mengurus anak-anak batita. Jika dua syarat itu sudah Anda penuhi, usaha ini sangatlah menarik. Selain potensi pasarnya yang terus tumbuh, margin usahanya pun lumayan, bisa 20%.

imagesTentu, untuk menjalankan usaha daycare tak cukup hanya sang pemilik yang punya bakat merawat dan menyayangi batita. “Anda juga harus bisa merekrut karyawan yang juga sayang terhadap anak-anak,” ujar Christine. Caregiver alias pengasuh merupakan tulang punggung sebuah daycare. Bahkan, tak berlebihan apabila dikatakan bahwa nasib sebuah daycare akan ditentukan oleh pelayanan caregiver.

Mengingat peran caregiver yang demikian penting, ketiga pemilik daycare yang menjadi nara sumber KONTAN turun langsung saat mewawancara orang yang akan mereka pekerjakan sebagai pengasuh.

Tak ada salahnya, Anda juga menyusun kriteria, baik objektif maupun subjektif, saat menyeleksi calon caregiver, demi memastikan ia mampu memberikan pelayanan sesuai dengan standar yang Anda inginkan. Kriteria yang objektif itu antara lain pendidikan. Mayoritas daycare mengharuskan caregiver-nya memiliki ijazah SMA.

Adapun kriteria subjektif yang bisa Anda terapkan antara lain kemampuan berkomunikasi. Selain harus mampu meladeni komunikasi gaya batita, caregiver seharusnya juga bisa nyambung dengan orang tua. “Bisa saja, orangtua si anak sedang stres, sehingga marah-marah. Jadi kita harus sabar menghadapinya,” tutur Christine.

Mereka yang lolos seleksi, seharusnya Anda latih terlebih dahulu untuk memberikan pelayanan sesuai standar yang Anda inginkan. Ambil contoh I Lead yang menetapkan standar ke tiap caregiver-nya saat berbicara atau menyuapi anak. “Mereka harus kerja dengan hati,” ujar Christine.

Standar yang diterapkan daycare di sini bisa jadi bervariasi. Maklumlah, belum ada aturan yang baku dari pemerintah tentang usaha ini. Karena itu, pemilik usaha daycare harus pintar-pintar menyusun standar layanan. Orang tua, tentunya, baru mau merogoh koceknya dalam-dalam untuk daycare yang memberlakukan standar oke.

Dalam penyusunan standar ini, naluri keibuan Anda akan sangat membantu. Simak saja pengalaman Christine yang menggunakan “selera”€ pribadinya mengasuh anak, saat menyusun standar pelayanan I Lead. Calon pelanggan I Lead, yang waktu itu baru saja beroperasi, bisa jadi tambah yakin karena Christine juga menitipkan anak pertamanya di situ.

983613_10152268621347365_48556295_nNah, mengelola pengasuh memang bukan urusan sederhana. Para pemilik daycare mengakui, tingkat pindah kerja pengasuh lumayan tinggi. Bagi Anda yang berminat membuka daycare, sumber daya manusia jelas patut dicermati.

Untuk langkah pertama, tidak ada salahnya Anda melakukan survei gaji yang berlaku di antara para pengasuh. Insentif atau bonus bisa Anda rancang sebagai iming-iming bagi caregiver yang loyal bekerja. Supaya daycare Anda tidak mengalami krisis tenaga pengasuh, ada baiknya Anda menyiapkan satu-dua orang caregiver lebih banyak dari kebutuhan.

Rasio ideal jumlah pengasuh dan anak tentu berbeda-beda, sesuai dengan standar yang Anda inginkan. Jika masih belum yakin, Anda bisa meniru rule of thumb yang dipegang Amanda. “Setiap dua bayi mendapat satu caregiver, dan setiap tiga anak mendapat satu caregiver,” tutur dia.

Yang patut diingat, jangan pernah terpikir untuk mempercepat balik modal dengan memperbanyak jumlah batita yang dipegang oleh satu caregiver. Jika itu Anda lakukan, bisa dipastikan standar layanan caregiver akan turun.

Begitu urusan tenaga kerja kelar, maka lokasi usaha adalah faktor berikut yang perlu dipertimbangkan masak-masak oleh mereka yang berniat membuka daycare. Kawasan di seputar kantor bernilai strategis karena dekat dengan tempat beraktivitas orangtua batita. Namun jika Anda sudah punya segmen khusus, seperti Lily, lokasi tak perlu di kawasan perkantoran.

Siap-siap keluar duit jutaan

61411_4025991561171_1618874887_n

Mengelola sumber daya manusia merupakan kunci bisnis tempat penitipan anak. Selain harus punya karyawan yang sayang dan telaten mengurus anak, daycare haruslah mempekerjakan mereka yang ahli memasak. Bayi yang berusia di atas 6 bulan sudah membutuhkan makanan pendamping air susu ibu (ASI). Apalagi, anak-anak di bawah tiga tahun (batita). Seperti orang dewasa, mereka harus makan sehari 3 kali ditambah dengan 2 kali makanan kecil.

Keahlian memasak dan menyusun menu itu perlu karena para batita dititipkan selama Senin hingga Jumat. Jika tidak pandai meracik menu, bisa-bisa anak-anak bosan.

Amanda Wongso, pemilik Lovely Sunshine Daycare, menyediakan menu sendiri. “Karena menu makanan kami tanpa MSG (Mono Sodium Glutamat), kandungan gizi tercukupi dan sangat sediikit konsumsi garam dan gula,” tutur Amanda. Semua menu yang disajikan Lovely, disebut Amanda, adalah bahan alami, sayur, daging, ikan dipilih yang benar-benar segar.

Berlokasi di gedung bertingkat menjadi alasan Christine Then, pemilik I Lead Daycare, menggunakan kompor listrik untuk menyiapkan makanan. “Meski biaya listrik jadi tinggi. Tetapi demi keamanan daripada memakai kompor gas, ada risiko tabung gas meledak, sedangkan kami dititipi 30 anak, saya pilih menghindari resiko itu,”€tutur Christine.

Selain menyediakan menu bagi anak-anak yang dititipkan, juru masak daycare juga menyediakan menu bagi para karyawan yang lain. Jangan lupa, mayoritas karyawan daycare, yang berstatus caregiver, harus selalu berada di sisi anak-anak yang didampinginya. Artinya, mereka tidak bisa meninggalkan lokasi daycare hanya untuk makan siang.

Karena itu, biaya konsumsi ini termasuk pengeluaran yang cukup besar dalam operasional usaha daycare. Menurut Lily Ardas, pemilik Bintang Waktu, setiap bulan ia mengeluarkan biaya sekitar Rp 13 juta untuk keperluan konsumsi anak-anak dan karyawannya.

Para orang tua yang menitipkan anaknya di daycare ini mendapat layanan lengkap. Anak yang dititipkan dari pagi akan mandi pagi di tempat penitipan dan saat dijemput sudah mandi sore. Jadi, anak datang setelah bangun tidur, dan ketika dijemput sang orang tua sudah rapi kembali.

Categories: Liputan | Leave a comment

Seminar Parenting: Membaca Kepribadian Anak Melalui Coretan Gambar

images1Alhamdulillah, atas izin Allah SWT, pada tanggal 12 April 2014 Bintang Waktu sukses menyelenggarakan seminar parenting yang bertajuk “Analisa Coretan Gambar Anak”. Pembicara kali ini adalah Ibu Apriyanti SPsi dari Pusat Studi Komunikasi Bawah Sadar.

 

Analisa coretan gambar anak (doodle) merupakan bagian dari ilmu grafologi Imu yang mempelajari pesan yang terkandung dalam coretan tangan manusia, baik tulisan maupun gambar. Walaupun masih dikategorikan pada pseudoscience, ilmu ini diyakini mampu mengkorelasikan pola-pola coretan yang dihasilkan tangan dengan kepribadian, karena merupakan manifestasi dari suatu bentuk penyampaian pesan dari bawah sadar seseorang.

 

Jenis sketsa menurut ilmu graphologi terdiri dari 4 macam, yaitu : lingkaran, kotak, segitiga, dan garis lekuk-lekuk. Berikut panduan dasar mengenai coretan gambar anak

 

  1. Gambar anak dominan lingkaran
  • Karakter anak ini penuh kasih sayang, cinta, suka memberi perhatian, sensitif, dapat melakukan interaksi sosial dengan baik, dan lainnya.
  • Cinta merupakan unsur penting dalam hidupnya dan minat akan kasih sayang merupakan kebutuhan terbesar bagi diri anak.
  • Umumnya kepribadian anak ini tertutup.
  • Minat dan bakatnya cenderung berhubungan dengan profesi kesosialan
  • Umumnya tidak suka permusuhan dan cenderung menjauhi sikap agresif, karena dia selalu mencari kedamaian, kasih sayang, dan persetujuan.

 

  1. Gambar anak dominan segitiga
  • Anak sedang labil, marah, kecewa, sehingga butuh perhatian lebih dalam.
  • Suka mengeksplorasi hal-hal yang baru, suka mendominasi pembicaraan
  • Biasanya karakter ini punya kemampuan memimpin yang bagus, cocok menjadi ketua kelas, kepala regu, pemimpin kelompok, dll.
  • Memiliki ketajaman berpikir dan pandangan yang kuat.
  • Sisi negatifnya, dia kerap tidak mau menerima masukan dari orang lain, suka memaksakan keinginan sendiri, selain juga sulit menjadi pengikut (follower).

 

  1. Gambar anak dominan segi empat
  • Sedang marah atau kesal, namun tingkatanya lebih rendah dibandingkan segitiga
  • Cenderung perfeksionis, konsisten, melakukan sesuatu dengan perencanaan matang, suka berolah raga
  • Penuh inovasi, berpikir secara logis, praktis, dan merupakan individu yang dapat diandalkan. Tata tertib dan disiplin adalah hal penting bagi mereka.
  • Negatifnya, terkadang apa yang dilakukannya sangat lambat.

 

  1. Gambar anak berupa coretan campuran dan dominan spiral
  • Jika coretan anak bercampur baur, ada bulatan, segitiga, segi empat, namun didominasi garis yang melengkung-lengkung, berarti anak butuh kebebasan dan eksplorasi diri
  • Dari sisi karakter, biasanya anak ini kreatif, mencintai seni, suka mengekspresikan sesuatu lebih terbuka, mencoba hal-hal baru, ekspresionis, dll
  • Sayangnya biasanya ia sulit diatur, keras kepala, semaunya sendiri, dll. Imajinasi merupakan motivasi utama dalam dirinya.
  • Umumnya ia adalah anak yang superunik dan jiwa seninya tinggi. Gagasannya sangat kreatif dan sulit diduga, berbeda dari orang kebanyakan.

 

Pesan dari Ibu Apriyanti:

“Bebaskan ia mencoret apa pun yang ia mau. Selagi ia melakukan kegiatan coret-mencoret, jangan memonitor atau memperhatikan, melainkan tinggalkan ia sendirian agar ekspresi emosi dan karakternya bisa keluar lebih maksimal.”

 

 Untuk informasi lebih lanjut mengenai analisa gambar anak atau pun ingin mengkonsultasikan kepribadian dan bakat anak anda melalui coretan gambar, bisa menghubungi :

 

Pusat Studi Komunikasi Bawah Sadar

Jln. Toar 1 Blok B4/11

Kel. Tugu Utara Kec. Koja

Jakarta Utara

Email. greenclinic@gmail.com

Categories: Event | Tags: , | Leave a comment

Sanofi Post Lebaran Daycare

combine_imagesAlhamdulillah, Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare dipercaya PT Sanofi Indonesia untuk mengelola kegiatan daycare paska lebaran di kantor mereka. Delapan orang guru dan pengasuh dari Bintang Waktu turun untuk mengadakan kegiatan bagi 30 anak usia 3-10thn. Kerja sama ini telah berlangsung rutin sejak tahun 2013

Categories: In-house Daycare (B2B) | Leave a comment

Bingung Ditinggal Pengasuh Mudik? Ke “Daycare” Saja

Sumber: http://ramadhan.antaranews.com/berita/388475/bingung-ditinggal-pengasuh-mudik-ke-daycare-saja

indexJakarta (ANTARA News) – Jasa penitipan anak atau “daycare” mulai membuka kelas lebaran guna mengantisipasi banyaknya pengasuh anak yang mudik.

Salah satu jasa penitipan anak di Jalan Cempaka Putih Tengah 27 nomor 42, Bintang Waktu Daycare bahkan menjalin kerja sama dengan kantor-kantor untuk melayani jasa penitipan anak di kala lebaran.

“Kami tidak hanya membuka jasa di sekolah, tapi beberapa kantor juga menyewa jasa kami untuk melayani di tempat mereka. Mereka yang menyediakan semua fasilitas sedangkan kami hanya membawa SDM pengajar dan pengasuh serta makanan,” kata pemilik Bintang Waktu Daycare Lily Ardas di Jakarta, Selasa.

Daycare saat lebaran dibuka untuk usia enam bulan hingga enam tahun dengan jam buka dari pukul tujuh pagi hingga enam sore.

Dengan biaya harian Rp250 ribu, anak-anak mendapat berbagai kegiatan pendidikan seperti art and craft, berkebun, cooking class yang berbasis metode montessori.

Selain itu anak juga mendapat makan tiga kali sehari dan kudapan dua kali sehari.

“Perbedaan kelas reguler dan kelas lebaran, selain perbedaan harga juga ada perbedaan perbandingan pengasuh dan anak,” kata Lily.

Saat lebaran, satu pengasuh akan menemani satu anak untuk mengantisipasi kesulitan anak beradaptasi.

“Daycare lebaran waktunya singkat, jadi anak perlu penyesuaian diri yang ekstra, dia harus kenal satu orang agar bisa beradaptasi karena kalau anak sampai rewel, itu biasanya nular ke yang lain,” kata Lily.

Itulah alasan mengapa daycare saat lebaran cukup mahal, Rp250 ribu per hari dibanding kelas reguler yang sebulan ditarif Rp1,8 juta.

Meski demikian, tarif tersebut sebenarnya sama dengan tarif baby sitter infal yang dipatok beberapa penyalur babysitter seperti Yayasan Cendana Raya (YACERA) atau yang terkenal dengan sebutan bu Gito.

Nilai lebihnya, kalau menitipkan anak di daycare anak akan mendapat berbagai aktivitas edukatif dibanding dengan diasuh baby sitter biasa.

Categories: Liputan | Leave a comment

Liputan Majalah Tumbuh Kembang edisi Mei 2013

Bintang Waktu di majalah Tumbuh Kembang

Categories: Liputan | Leave a comment

INDONESIA WOMENPRENEUR COMPETITION

51103_1368596887_1721436439_0Alhamdulillah,

Arlina Veralda (Bunda Lily), pendiri Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare terpilih menjadi 100 peserta unggulan INDONESIA WOMENPRENEUR COMPETITION.

Selanjutnya, para pembaca akan menentukan siapa saja yang berhak menjadi 30 SEMI FINALIS melalui proses voting.

Mohon dukungannya.

Caranya:

  1. Buka http://www.fimela.com/iwc/p/arlina-veralda dari komputer anda (tidak bisa dari smartphone)
  2. Klik “VOTE FOR THIS CONTESTANT”
  3. Klik “Connect to Facebook” dan login dengan akun Facebook anda
  4. Klik “Connect to Twitter” dan login dengan akun Twitter anda

Terima kasih 🙂

Categories: Prestasi | Leave a comment

Teknik Mendisiplinkan Anak Secara Positif

disiplin4Siapa yang seumur hidupnya tidak pernah memarahi anaknya?Rasanya hampir tidak mungkin. Keluhan orang tua pada umumnya, anak mereka tidak menurut dan susah diatur. Rasa marah muncul akibat ketidaktahuan orang tua dalam “menguasai” anaknya. Bagaimana cara membuat anak disiplin tanpa membuat orang tua marah-marah?

Kali ini Bintang Waktu Preschool mengundang psikolog Anna Surti Ariani yang kerap disapa dengan Nina untuk berbagi kepada para orang tua tengang “Teknik Mendisiplinkan Anak secara Positif” pada tanggal 20 Oktober 2012. Menurut psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI dan Medicare Clinic Kuningan ini, idealnya orang tua memiliki pendekatan yang hangat, dekat dan penuh kasih saying, tapi juga bias tegas ketika mengatur. Aturan dibuat dengan kesepakatan bersama anak, bukan atas otoritas pribadi orang tua

Bagaimana cara mendisiplinkan anak yang membuat anak menurut tanpa menghilangkan harga diri anak?

  1. Perhatian positif (pujian)
  2. Pengabaian
  3. Kerja sama
  4. Tegaskan Batas
  5. Hukuman

disiplin3Dari kelima teknik tersebut gunakan Teknik Perhatian Positif (Pujian) sebagai teknik yang paling sering dilakukan, dan gunakan Teknik Hukuman sebagai teknik yang paling jarang dilakukan

1. Perhatian positif (pujian)

Lakukan sesegera mungkin ketika anak melakukan sesuatu hal yang positif, termasuk hal yang sekecil mungkin.Bentuknya bisa berupa “pengumuman ke penjuru dunia”, hadiah kecil atau token system (good behavior chart).Hal yang penting ketika melakukan ini adalah orang tua melakukan kontak mata dengan anak, menunjukka ekspresi yang menyenangkan dan intonasi suara yang ramah. Pujilah tindakannya, bukan anaknya

2. Pengabaian

Hal ini bisa dilakukan untk perilaku anak yang kurang orang tua setujui tapi masih bisa ditoleransi.Teknik ini hanya bisa berhasil bila diikuti pujian segera ketika anak melakukan hal baik. Pastikan orang tua melakukannya segera setelah anak melakukan perilaku tersebut, tidak melakukan kontak mata, ekspresi wajah yang datar, tidak mengeluarkan kata-kata dan posisi tubuh tidak menuju ke anak

Bentuk lain dari pengabaian ini adalah orang tua melakukan hal lain ketika anak sedang bertingkah, berbicara hal lain ketika anak sedan g bertingkah atau teknik broken record

Metode broken record ini cocok untuk anak berusia 2-2,5 tahun tapi tidak untuk yang berusia 4-5 tahun ke atas. Caranya adalah mengulangi kata-kata yang sama berkali-kali sampai ia menurut apa yang kita kehendaki. Kuncinya adalah ekspresi yang datar dan kata-kata yang sama. Misalnya menyuruh anak mandi, “Nak, mandi nak…” bila ia bilang tidak mau, terus kata-kata “Nak, mandi nak…” diulang berkali-kali sampai akhirnya anak menyerah untuk bergerak masuk ke kamar mandi. Tetapi ada kemungkinan anak melakukannya dengan kesal

3. Kerja sama

disiplin1Teknik ini dapat diterapkan pada anak usia 3-4 tahun ke atas ketika anak sudah mulai belajar untuk berpikir logis. Targetnya adalah melakukan kesepakatan dengan anak, dimana keputusan dibuat oleh anak dengan sedikit negosiasi dari orang tua.

Bentuknya antara lain sebagai berikut:

  • Berikan pilihan yang sudah orang tua seleksi sebelumnya. Misalnya “Adek mau pake baju yang mana, yang merah atau yang biru” sambil menunjukkan kedua baju tersebut. Cara ini selain membuat anak disiplin, sekaligus melatih anak untuk mengambil keputusan sendiri. Anak yang sudah dapat membuat keputusan sendiri, cenderung tidak akan melanggarnya
  • Teknik Berhitung. Misalnya, “Ayo mainnya bergantian, nanti kalau mama hitung sampe 5, abang tukeran sama adek ya.” Teknik ini sekaligus melatih kepekaan anak terhadap angka. Biasanya semakin besar anak, maka anak akan menawar angka yang lebih besar, seperti 10, 34, 46 dst J
  • Teknik Jam Dinding. Misalnya, “Abang boleh main game sampe jarum panjang di angka 12 ya.” Anak belum mengenal hal yang abstrak, sehingga jangan gunakan kata-kata “5 menit lagi ya.” Jangan lupa gunakan jam dinding/arloji dengan jarum jam, bukan digital. Akan lebih mudah bagi anak untuk mengkalkulasi waktu
  • Teknik Kalender. Misalnya, “Nanti kalo sudah tanggal 17, botol dot-nya kita buang ya.” Hal ini berlaku kepada anak yang sudah bisa membaca angka. Caranya anak diajak untuk melihat kalender setiap hari, beberapa hari menjelang hari yang ditentukan. Untuk menentukan tanggal ini pun, anak dapat bernegosiasi. Biasanya anak akan lebih patuh dan mudah melaksanakannya pada hari H bila mereka sendiri yang menentukan tanggalnya
  • disiplin2Jika A maka B. Misalnya “Kalau adek cepat mandinya, nanti kita bisa segera jalan-jalan” Gunakan kalimat positif untuk mendapatkan hal yang menarik ketimbang “Kalau adek mandinya lama, nanti kita lama deh kita gak bisa pergi. Otak manusia (baik dewasa, apalagi anak) cenderung tidak dapat menampung kata-kata negatif, sehingga pesan yang diterima oleh anak adalah ia harus mandi lama agar lama tingga di rumah
  • Buat perjanjian tertulis. Tentunya bagi anak yang sudah mengerti membaca. Akan lebih “keren” lagi bila perjanjian itu ditandatangani kedua belah pihak (minimal anak membubuhkan namanya di sana), sehingga anak merasa seperti layaknya orang dewasa
  • Good Behaviour Chart Chart dengan gambar dan warna yang lucu-lucu dapat anda download dari internet. Misalnya, “Kalau Aa bangun jam 7 tiap pagi, dapat 1 bintang. Kalau dapat 10 bintang, bisa Aa tukarkan dengan 1 buah mobil mainan.” Teknik ini sangat powerful, tetapi banyak juga yang menentangnya, termasuk diantaranya Maria Montessori. Menurut Montessori, teknik ini tak ubahnya menjadikan anak seperti seekor hewan sirkus yang mau melakukan sesuatu dengan iming-iming makanan. Dalam kasus di atas, anak akan kehilangan makna pentin gnya bangun pagi, melainkan hanya ingin mendapatkan mobil mainannya saja

4. Tegaskan Batas

Teknik ini dilakukan sesegera mungkin dengan melakukan kontak mata dan ekspresi wajah yang tegas, bukan marah.Gunakan kata-kata singkat dan padat, dengan intonasi yang tegas.Gunakan dengan kata perintah. Bila belum berhasil, gunakan perintah berulang (broken record), peringatan akan konsekuensi negatif (cabut haknya untuk bermain/menonton) atau time-out (disetrap maksimal 1 menit untuk tiap tahun usia anak, lakukan di tempat aman dan di tempat yang sama untuk setiap time-out).

Hati-hati bila melakukan time-out, jangan sampai anak merasa harga dirinya direndahkan

5. Hukuman

disiplin5Lakukan sesedikit mungkin dalam hal ini.Menghukum dalam hal ini adalah mencabut haknya, dengan memberikan konsekuensi negative atas perlakuan negatifnya.Misalnya, “Kalau kakak pukul mama sekali lagi, nanti sore kakak tidak boleh nonton TV ya.”Bila anak melakukan, segera lakukan konsekuensi tersebut, bila anak menangis, gunakan teknik mengabaikan.

Dalam menghukum anak, orang tua tidak boleh menggunakan kata-kata negatif, marah apalagi hukuman fisik seperti memukul, mencubit dll

Penerapan kelima teknik tersebut di atas, tentunya bukan lah proses yang instan yang membuat anak langsung menerima. Perlu kesabaran dan konsistensi dari orang tua untuk membuat teknik-teknik ini berhasil.

Bila anda memiliki pengalaman seputar teknik mendisiplinkan anak, silakan tinggalkan komentar di kolom “reply”

Categories: Event | Tags: , , , , , , , , , | 1 Comment

Mendidik Anak Sesuai Fitrah

Setiap anak dilahirkan dengan jiwa yang tulus, orang dewasa yang menghilangkan ketulusan itu

Setiap anak dilahirkan dengan mental mandiri, orang dewasa yang membuat mereka jadi suka bergantung

Setiap anak dilahirkan dengan kesukaan akan keteraturan, orang dewasa yang membuat mereka jadi suka berantakan

Setiap anak dilahirkan dengan kecintaan untuk belajar, orang dewasa yang membuat mereka jadi malas belajar

Jadi, dimana salahnya?

Hal ini lah yang didiskusikan dalam seminar yang diselenggarakan oleh Bintang Waktu Islamic Preschool & Daycare, Sabtu 21 April 2012, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan baik oleh guru maupun orang tua. Sabda Nabi SAW “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah”, tentunya sudah sering kita dengar. Tetapi bagaimana sebenarnya fitrah anak itu dan bentuk pendidikan seperti apa yang sejalan dengan fitrah anak? Dengan mengundang ibu Sri Rahayu, seorang praktisi pendidikan berbasis metode Montessori, seminar kali ini berusaha mengenal fitrah seorang anak dihubungkan dengan pendidikan metode Montessori.

Maria Montessori (1870-1952), seorang ahli pendidik asal Italia, menjabarkan fitrah seorang anak sebagai suatu tahap perkembangan anak yang disebut periode sensitif. Periode sensitif mengacu pada kepekaan seorang anak yang muncul karena adanya dorongan tertentu. Misalnya saja, kenapa seorang bayi baru lahir yang ditaruh di tubuh ibunya dapat bergerak ke arah puting ibunya dan mengisap tanpa seorang pun mengajarinya? Ini lah salah satu contoh sensitifitas seorang anak. Periode sensitif ini adalah blueprint yang dibuat oleh Sang Pencipta. Bila periode sensitif ini hilang, maka kesempatan itu tidak datang lagi.
Salah satu periode sensitif yang berlangsung pada anak adalah periode sensitif pada keteraturan. Anak menyukai hal yang teratur, konsisten dan repetisi. Bila anak rewel atau tantrum, pastinya ada suatu keteraturan dalam diri mereka yang terganggu. Dalam keadaan seperti ini lah orang tua atau pendidik harus mampu mencermati keteraturan apa yang mengganggu mereka

Umumnya orang tua menyimpan mainan anak ke dalam kotak mainan. Ketika anak membongkar kotak mainannya untuk mencari sesuatu, pengasuh atau ibulah yang membereskannya. Bila kita mengikuti periode sensitif anak pada keteraturan, sebaiknya menyusun mainan di atas rak terbuka menurut jenisnya. Penataan lingkungan yang rapi dapat membantu anak mendefinisikan keteraturan. Melibatkan anak untuk mengembalikan barang yang habis dipakainya juga akan membantunya memahami suatu urutan (sequence)

 

Categories: Event | Tags: , | Leave a comment

Create a website or blog at WordPress.com